JurnalistikPopuler

Hari Raya Tulisan Fragmen 1

Hari Raya Tulisan – Pergerakan Anak Muda Menjaga Sastra di Tengah Arus Konten Digital

Jakarta, 10 Mei 2026 — Di tengah derasnya arus media sosial, video pendek TikTok, dan budaya konsumsi konten cepat, banyak yang menganggap generasi muda semakin jauh dari dunia sastra dan literasi. Namun anggapan tersebut dipatahkan oleh sekelompok anak muda yang justru memilih bergerak menjaga budaya menulis melalui ruang komunitas dan perayaan karya.

Melalui program bertajuk Hari Raya Tulisan, komunitas Penalis menghadirkan sebuah konvergensi para penulis, pembaca, pegiat seni, dan anak muda yang masih percaya bahwa tulisan memiliki nyawa dan mampu memberi manfaat bagi banyak orang.

Acara yang digelar di Mbloc Space, Gedung Melting Pop, Jakarta Selatan, pada 10 Mei 2026 itu berhasil menarik lebih dari seratus pengunjung dan melibatkan banyak komunitas kreatif serta literasi dari berbagai latar belakang. Tidak hanya menjadi ajang berkumpul, Hari Raya Tulisan juga menjadi simbol bahwa sastra masih hidup dan terus tumbuh di tengah generasi muda.

Founder Penalis, Jaxson Denrophile dan Erland Ramdhani mengatakan bahwa komunitas Penalis lahir bukan hanya untuk melahirkan tulisan, tetapi juga membangun ruang yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin bertumbuh melalui tulisan.

Kami percaya siapa saja bisa menulis. Semua tulisan layak dirayakan karena dari sanalah seseorang bisa tumbuh, menemukan suara, dan memberi manfaat bagi orang lain“.

Suasana acara berlangsung hangat sejak awal. Para pengunjung bersama Senator Penalis membuka kegiatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza bersama-sama. Momen tersebut menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus pengingat bahwa karya dan budaya literasi juga bagian dari membangun bangsa.

Beige Grey Aesthetic Photo Collage Moodboard Landscape Flyer

Hari Raya Tulisan turut berkolabolasi dengan banyak komunitas lain: Area Estetika, Tealer Lencana, Renjana, Perempuan Puisi, Penerbit Lawan Arah, Ofete Comunitty, 3275 Artplay, Sebermula Penerbit, Baca di Tebet dan Slidingtekel Zine. Tidak luput dihadiri oleh sosok-sosok keren yang sudah lama merawat sastra seperti Pak Kurnia Effendi dan Pustakawan Senior Bang Wien Muldian yang berbagi pandangan mengenai tulisan dan perkembangan literasi di era digital. 

Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi para penulis dan pembaca muda yang hadir dalam acara tersebut.

Tulisan yang dirayakan di Hari Raya Tulisan Fragmen 1 adalah karya tulis Puisi milik kak Ria Irmalinda sebagai salah satu dari kontributor penalis yang konsisten menulis. Bersama pembahas Bang Ilham Pratama P, seorang jurnalis media nasional di sektor pendidikan yang sudah menerima lebih dari sebelas penghargaan tingkat nasional atas karya tulisnya dan juga penulis buku antologi puisi Yang Tidak Ada di Antara Kita.

Selain diskusi dan perayaan karya, acara ini juga dipenuhi penampilan seni dari berbagai talenta muda. Vitri Fauziah dari Perempuan Puisi membawakan pembacaan puisi yang menyentuh dan mendapat apresiasi hangat dari pengunjung. Tidak hanya itu, suasana semakin hidup lewat penampilan Meong Melinda, Ary Wakwakung, Hanung Prasatyo serta sesi open mic dari para pengunjung memberikan warna yang lebih hangat dalam perayaan tulisan di senja hari teduh penuh semangat.

Penalis dikenal sebagai komunitas yang membuka ruang menulis melalui platform digital Penalis.com. Melalui fitur submit karya tulis, Penalis mendorong serta menemani lahirnya karya-karya baru dari anak muda yang ingin menulis. Bersuara dan menyampaikan keresahan maupun gagasannya melalui tulisan yang bermanfaat.

Bagi Penalis, tulisan bukan sekadar kumpulan kata. Tulisan adalah proses hidup yang lahir, terus berkembang dan tumbuh lalu menemukan makna, dan akhirnya memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Semangat tersebut yang kemudian menjadi dasar lahirnya program Hari Raya Tulisan yang digerakan oleh para Senator Komunitas Penalis.

Setelah Hari Raya Tulisan, Penalis juga berencana menghadirkan program kedua bernama BAKAR (Bahas Karya). Program ini menjadi ruang diskusi dan pembahasan karya sastra oleh pembahas bersama para anggota komunitas maupun penulis muda yang ingin mengenal karya tulis lebih dalam untuk menambahkan pengetahuan dan menyesuaikan tulisannya melalui masukan, pembacaan, dan proses membahas karya bersama.

Melalui Hari Raya Tulisan, Penalis ingin menunjukkan bahwa sastra tidak pernah benar-benar hilang dari pikiran anak muda. Ia hanya mencari ruang baru untuk tumbuh. Dan di tangan anak-anak muda hari ini, tulisan masih dirayakan dengan semangat, keberanian, dan harapan.

Satu pertanyaannya yang harus kita kawal; “kapan nih Hari Raya Tulisan Fragmen 2?

Like 108
Dislike 0
Shares:
1 Komentar
  • Sakha Afriyan Sakha Afriyan
    Sakha Afriyan
    22/05/2026 at 12:50

    Mantep pisan euy!

    Reply
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *