Beberapa detik berlalu, lalu pesan balasan masuk. “Gue cuma orang yang butuh temen cerita. Lo nggak perlu tahu siapa gue. Gue cuma mau cerita aja, kalau lo nggak keberatan.” Amara
Maharani Ken
Ken - Selamat datang di dunia saya!
6 karya tulis dari Maharani:
Amara melangkah keluar dari ruang kerjanya di lantai 35 dengan langkah berat.Hari itu, Bimo sempat kembali menghampirinya di meja kerja. “Ra, gimana bukunya? Udah sempet dibaca?” tanya Bimo, dengan nada
Di ruang terbuka ini, suara ketikan keyboard dan percakapan singkat antara rekan-rekan kerja menggema, tetapi Amara lebih memilih keheningan. Matanya terfokus pada layar, dan meskipun banyak rekan yang berpapasan, ia
“Ting!” Bunyi ponsel Amara yang menandakan adanya pesan masuk. Amara menekan ujung rokok yang hampir habis ke dalam asbak, menghasilkan suara kecil saat bara api yang memudar menyentuh permukaan kaca.
Setiap malam, dia duduk di depan layar komputer, hanya ditemani suara ketikan jari-jarinya yang beradu dengan keyboard. Meski demikian, ada sisi lain dari Amara yang tidak banyak orang tahu. Sisi
Kota itu tak pernah tidur. Lantai-lantai kaca gedung-gedung pencakar langit mengkilap diterpa cahaya lampu malam yang silau. Setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap bayang-bayang di jalanan seakan mengisahkan rahasia yang


