Sastra

Permata Hatiku

Mah, teringatku pada pagi hari yang mencekam
Aku merasa sangat berdosa telah membuatmu menangis
Linangan air mata yang tak mampu ku usap
Engkau menjerit histeris melihat diriku
Dengan wajah yang penuh luka

Aku tak kuasa melihatmu menangis histeris tak sadarkan diri
Aku merasa amat berdosa dan paling bodohnya lagi aku tak bisa memeluk dan menenangkanku
Aku hanya bisa terkulai lemah dan tak berdaya pagi itu
Ku melihat orang-orang panik melihat diriku

Mah, tahukah engkau di dalam hati dan pikiran ini setiap waktu hanya memikirkan dirimu
Aku mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri
Engkaulah alasan di belakang ini yang membuat aku bertahan hidup

Mah, begitu tulus engkau merawatku
Bahkan tak satu waktu pun engkau meninggalkanku
Ketika ku dalam sesak nafasku, aku dalam rintihanku sakit yang penuh luka
Namun kau tetap pada belaian lembut serta hangat tanganmu menenangkan diriku

Kau genggam erat tanganku, kau bisikan doa-doa untukku saat aku tertidur
Kau bisikan kalimat indah untukku sambil mengusap linangan air mataku
Kau memandikanku, mengganti pakaianku dengan tak lupa selalu memberi semangat kepadaku

Sungguh engkau adalah malaikat sempurna yang pernah kutemui di muka bumi ini
Maafkan aku mah, kadang kala aku menyakitimu
Aku menyayangimu bunda amat menyayangimu
Tak pernah kau mengeluh merawatku
Walaupun aku harus minum dan makan dengan rasa sakitku
Kau tetap dalam sabarmu di tengah rintihanku

Kau terus menghiburku dengan setia selalu kau menemaniku
Kau masih dalam dekapan cinta dan ketulusanmu
Tak pernah ku rasakan ketulusan ini, selain denganmu mah
Aku pun tak dapat menerjemahkan rasa kasihmu padaku

Kau adalah anugrah teramat indah dan berharga dari Tuhan untukku
Karna bagiku cinta kasihmu tak kan tertandingi oleh apapun
Aku bersyukur aku dapat merasakannya

Love you mah…
You are my everything…

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *