Sastra

Aku, Ibu dan Sebungkus Rokok

Ibu…
Mungkin Ibu kecewa, kala Ibu dapati sebuah bungkus rokok yang tak absen berada pada tas kerja milikku setelah Ibu ingatkan aku untuk berhenti menyentuhnya.

Berhenti menyentuhnya lagi setelah kusampaikan kabar bahwa tubuh mungil putri Ibu memiliki diagnosa terbaru.

Sebuah diagnosa yang kaitannya erat dengan organ yang paling berdampak dari sebuah rokok,
pun seharusnya menjadi sebuah peringatan keras untukku tidak lagi bermain dengan sesuatu yang membahayakanku.

Namun, Ibu…
Bukan aku berkilah atas tindakanku yang jelas salah.
Belasan tahun aku berusaha mencari perantara akan sakit yang menghimpit dada;
meski semua berakhir sama

Meski sakit pada diri akan tetap terasa
Aku rela menukarnya dengan ketenangan walau hanya sekejap mata

Salahku sudah terlanjur nyaman dengan cara yang tetap berujung lara

Ibu…
Apa aku bisa bahagia?

Like 0
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *