Sastra

Inbox Kosong (Pesan dari Dunia Lain) – Prolog

Kota itu tak pernah tidur. Lantai-lantai kaca gedung-gedung pencakar langit mengkilap diterpa cahaya lampu malam yang silau. Setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap bayang-bayang di jalanan seakan mengisahkan rahasia yang tidak pernah terungkap.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban, terdapat satu sosok yang selalu menghindar dari sorotan. Sosok itu berjalan dengan langkah yang tenang, namun penuh kehati-hatian, seakan dunia di sekitarnya adalah hal yang asing, dan dirinya adalah bagian yang terpisah dari keramaian.

Amara adalah nama yang sering terdengar di dunia maya, namun tidak banyak yang tahu siapa dia sebenarnya. Dia adalah seorang profesional IT yang bekerja di perusahaan teknologi terbesar di kota ini. Tidak banyak orang yang mengenal wajahnya secara langsung, karena dia lebih suka bersembunyi di balik layar komputer, memecahkan masalah yang tidak pernah mereka pahami.

Amara hidup sendirian di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Banyak orang yang mungkin mengira kehidupannya penuh kemewahan, tapi tidak ada yang tahu betapa sunyi hidupnya. Setiap hari, dia hanya terkurung di antara dinding-dinding ruangan yang dipenuhi dengan tumpukan buku-buku tentang teknologi dan piranti keras yang tergeletak di atas meja kerja. Sebuah tempat yang penuh dengan kecanggihan, namun tak ada satu pun jejak kehangatan manusia di sana. Amara selalu menghindari berinteraksi dengan orang lain, dan itu sudah menjadi kebiasaannya selama bertahun-tahun.

Amara memiliki postur tubuh yang tinggi, sedikit lebih tinggi dari rata-rata wanita pada umumnya. Tubuhnya tegap, dengan gerakan yang selalu terukur dan penuh kehati-hatian. Setiap langkah yang diambilnya terasa penuh perhitungan, seakan dia selalu tahu ke mana arahnya, dan tak ingin ada yang mengganggu perjalanannya.

Kulitnya putih, cerah tanpa cela, namun tak ada yang mencolok dari penampilannya selain rambut pendek yang terkadang tampak acak-acakan. Beberapa orang mungkin menganggapnya tomboy, dan memang benar, Amara lebih memilih pakaian yang praktis dan nyaman ketimbang yang terkesan feminin. Dia sering terlihat mengenakan kemeja longgar dan celana jeans, dilengkapi dengan sepatu kets yang membuatnya lebih mudah bergerak cepat.

Namun, tatapan matanya adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Ada kesan tajam dan penuh rahasia dalam cara dia memandang orang lain. Seolah-olah dia bisa melihat jauh melewati permukaan, mampu membaca pikiran seseorang hanya dengan melihat sekilas. Matanya, yang berwarna cokelat gelap, tidak pernah menunjukkan emosi apapun. Cuma ada keheningan yang terasa sangat dalam, seperti laut yang tenang namun penuh dengan arus yang tak terlihat. Tidak banyak yang berani menatap matanya terlalu lama.

Di lengannya, terdapat tato besar yang melingkar dengan desain yang sangat rumit. Tato itu seperti sebuah misteri dalam dirinya, yang bahkan tidak pernah dia ungkapkan kepada siapapun. Beberapa orang yang sempat melihatnya hanya bisa menduga-duga. Desain tato itu terlihat seperti sebuah pola geometris yang terbentuk dari garis-garis tajam dan bentuk-bentuk simetris. Namun, siapa pun yang mencoba mendekatinya dan bertanya tentang tato itu akan langsung mendapati sikap dingin dan acuh yang membuat mereka segera mundur. Kepribadiannya seolah terbungkus dalam lapisan-lapisan ketertutupan.

Di dunia profesional, dia dikenal sebagai sosok yang sangat ahli dan cekatan. Seorang ahli IT yang bisa mengatasi hampir semua masalah teknis yang dihadapi perusahaan tempatnya bekerja. Tetapi di luar pekerjaan, Amara hampir tidak pernah keluar dari apartemennya. Hanya sedikit yang tahu tentang kehidupannya. Bahkan rekan-rekannya di kantor tidak mengetahui banyak tentang dirinya, dan itulah yang dia inginkan. Hidupnya yang penuh dengan kode-kode komputer dan angka-angka membuatnya semakin jauh dari dunia nyata. Dia menemukan kenyamanan dalam dunia digital, tempat di mana dia bisa bebas dan tidak harus berurusan dengan emosi dan kompleksitas hubungan manusia.

Di balik layar, Amara merasa kuat, merasa bisa mengendalikan segala sesuatu. Namun di dunia nyata, dia adalah wanita yang sepi, yang lebih memilih bersembunyi dalam kesendirian.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *