“Ting!” Bunyi ponsel Amara yang menandakan adanya pesan masuk. Amara menekan ujung rokok yang hampir habis ke dalam asbak, menghasilkan suara kecil saat bara api yang memudar menyentuh permukaan kaca.
Novel Fiksi
Setiap malam, dia duduk di depan layar komputer, hanya ditemani suara ketikan jari-jarinya yang beradu dengan keyboard. Meski demikian, ada sisi lain dari Amara yang tidak banyak orang tahu. Sisi
Kota itu tak pernah tidur. Lantai-lantai kaca gedung-gedung pencakar langit mengkilap diterpa cahaya lampu malam yang silau. Setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap bayang-bayang di jalanan seakan mengisahkan rahasia yang

