Motivasi Harus Tertanam di Dalam Diri

Motivasi Tertanam di Dalam Diri

Waktu terus berputar seiring dengan perkembangan zaman yang semakin cepat. Sebagian orang sudah berubah, tapi sebagiannya lagi belum berubah. Mengapa demikian?

Bisa saja orang yang belum berubah, bahkan yang tidak mau berubah, mempunyai keyakinan sangat kuat untuk mencapai keberhasilannya. Pastinya dengan cara serta metode-metode baru yang dapat mengantarkan ke titik tujuan. Namun, ingat, berubah atau mengubah mempunyai proses dan jangka waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, kita harus mempunyai ketentuan masing-masing perihal sampai kapan proses berubah atau mengubah ini bisa dicapai. Lagi-lagi, waktu terus mengejar, bahkan berlari menghampiri kita. Kalau saja telat, kita akan terikat.

Apa yang Disebut dengan Motivasi?

Motivasi menurut KBBI adalah dorongan yang diambil dari pada seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.

Bagi Penalis, motivasi adalah suatu dorongan yang sangat kuat. Datang dari dirinya sendiri untuk melakukan suatu perubahan dari pola pikir atau tingkah laku yang tidak baik menjadi baik.

Sebagian orang sebenarnya pasti pernah mengalami “motivasi” itu sendiri. Seperti dorongan yang datangnya dari dalam hati, atau endapan perasaan yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu yang baik. Hal ini dapat kita lihat dari langkah atau perilaku seseorang yang mengalami hal tersebut.

Ada pula orang yang mengalami dorongan dari luar; seperti dorongan dari keluarga, teman terdekat, bahkan juga kekasih. Serta ada juga dorongan yang datang dari dirinya sendiri, yang merasa harus berubah, sehingga orang tersebut melakukan dengan sendirinya tanpa diberi motivasi dari dari luar.

Mencari Asal-usul

Yang dimaksud mencari asal-usul tuh apa, sih? Ya, kali ini Penalis mencoba untuk berbagi pengalaman dan pemaparan singkat perihal asal-usul.

Asal-usul adalah turunan. Bukan turunan keluarga, melainkan asal-usul yang kita peroleh mulai dari kehidupan sekitar dan pembelajaran di ruang lingkup pendidikan. Dari sini kita akan banyak memperoleh asal-usul atau turunan dari mana kita mengetahui suatu hal yang baru, wawasan yang baru, dan metode-metode baru yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tentu asal-usul tersebut harus ada pertanggungjawabannya. Terlebih di masa ini, di mana orang-orang sudah sangat pintar untuk mengetahui apakah suatu hal yang dikatakan atau dilakukan sudah benar atau tidak. Oleh karena itu, turunan dapat kita peroleh dari wawasan yang luas. Mulai dari membaca buku, artikel, berinteraksi sosial, dan membaca gejala-gejala yang timbul di lingkungan sekitar.

Jati Diri

Jati diri dapat diartikan sebagai keadaan khusus seseorang atau bisa juga disebut dengan identitas seseorang.

Memperoleh jati diri menurut kebanyakan orang sangatlah sulit. Mengapa? Karena proses yang dialami cenderung lambat dan tidak mempunyai target untuk mendapatkan jati diri tersebut. Alhasil banyak orang yang merasa gagal untuk mendapatkan jati dirinya sendiri. Oleh karena itu, untuk memperoleh jati diri harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa dirinya. Mulai dari hal yang sangat kecil, sifat, watak, dan kemampuan, serta keinginan.

Ketika itu semua sudah kita ketahui, barulah kita bisa naik satu tingkat ke anak tangga selanjutnya, yaitu “penghasilan”. Bicara penghasilan pasti akan berkaitan dengan uang, kan? Benar!

Penghasilan

Penghasilan adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha seseorang dari melakukan sesuatu. Apa pun itu, yang terpenting halal dan tidak merugikan satu sama lain. Di sini orang-orang sangat termotivasi untuk mendapatkan penghasilan. Bagaimana tidak? Semua bisa didapat dengan uang dan uang didapat dari penghasilan tersebut. Maka wajar saja banyak yang selalu mengejar dan berusaha agar bertambah terus penghasilannya, tanpa pernah berpikir bagaimana keadaan dirinya sendiri. Sebenarnya itu manusiawi, tapi Penalis ingin menambahkan bahwasanya tak akan ada habisnya mengejar materi di dunia ini.

Menjaga

Menjaga yang dimaksud di sini adalah menjaga seluruhnya atau keseluruhan; mulai dari keluarga, teman sejawat, bahkan termasuk barang yang sudah dimiliki dari hasil kerja keras. Motivasi ini akan timbul dengan sendirinya. Bukan pelit atau gimana, tapi ini perihal kerja keras dan proses yang panjang untuk mendapatkan serta memperoleh apa yang ingin dimiliki. Jadi wajar saja segala apa pun yang sudah didapat akan terus dijaga dan selalu terjaga, walaupun nantinya akan kembali kepada Sang Penciptanya. Ingat, kita hanya titipan yang dititipkan oleh Tuhan dan semuanya akan kembali kepada Tuhan.

Waktu yang Singkat

Proses yang sedemikian rupa dengan kerja keras yang maksimal pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang, apa yang harus dilakukan sudah mempunyai jadwal-jadwal tersendiri. Oleh karena itu, waktu terasa sangat cepat dan begitu sempit.

Jadi, Penalis ingin memberi tanggapan kepada motivasi itu sendiri supaya dapat menjadi energi positif kepada sahabat Penalis umumnya dan kepada Penalis sendiri khususnya, agar dapat dilakukan dari hati dan ditanamkan pada diri sendiri. Karena motivasi dari luar tidak selalu datang terus menerus dan tidak tahu bagaimana karakter diri kita sendiri. Mereka hanya mengambil dari sisi objektif yang sering dilihat dengan mata kepalanya, tanpa pernah bisa melihat isi dari dalam hatinya. Motivasi akan menyadarkan pada kemampuan diri kita sendiri, sampai di mana kita dapat memperoleh segala sesuatunya serta keinginan yang menjadikan hidup lebih bermakna.

ajax loader

Bagikan Artikel Ini

Penalis

Portal media berbagi informasi dan inspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *