Sastra

Part 2: Nigredo-Seni Melepaskan

Di bawah pohon tandus aku menatap langit

Tanpa payung, aku kuyup, seperti daun kering yang disiram

Cinta seorang nenek terhadap tanamannya

Mata tak terbendung, air terjun turun begitu deras

Menatap kosong, berat bergerak,

Dunia berjalan tetapi waktu berhenti berdetak

Haruskah aku menyelami air kali yang kotor?

Haruskah aku terjebur lumpur suci yang bau?

Tak ada yang paham, yang kupahami bahwa meninggal adalah seni

Seni yang menyadarkan.

Bahwa kehidupan berjalan ke masa depan,

Bukan masa lalu, karena sejarah pun tak akan pernah jadi solusi

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *