Rohingya adalah sebuah kelompok etnis minoritas yang bermukim terutama di negara bagian Rakhine, di barat Myanmar. Mereka merupakan salah satu kelompok etnis yang paling terpinggirkan dan dikecam di dunia, sering kali menjadi korban diskriminasi, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Kenapa Rohingya diperlakukan seperti itu? Apa Penyebabnya? Mari kita bahas sampai tuntas.

Asal Usul dan Identitas Rohingya

Rohingya merupakan kelompok etnis yang mayoritas beragama Islam dan berbicara dalam dialek Rohingya, yang memiliki keterkaitan bahasa dengan bahasa-bahasa Indo-Arya. Mereka mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai orang Rohingya, meskipun pemerintah Myanmar tidak mengakui identitas mereka dan menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Jadi, orang-orang yang datang mengungsi sebagai Rohingya, belum tentu adalah Rohingya yang sebenarnya. Bisa saja hanya sekelompok imigran gelap yang mengaku kelompok etnis Rohingnya.

Konflik dan Pemiskinan

Sebagian besar Rohingya tinggal di negara bagian Rakhine, yang merupakan salah satu negara bagian paling miskin di Myanmar. Mereka menghadapi diskriminasi sistemik, pembatasan kebebasan bergerak, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang terbatas, serta tidak memiliki kewarganegaraan yang diakui secara resmi. Konflik antara kelompok etnis Rohingya dan pemerintah Myanmar telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan serangkaian kekerasan dan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Konflik ini muncul bukan tanpa sebab, pasti ada hal-hal yang memang tidak bisa diterima oleh kedua pihak.

Krisis Pengungsi Rohingya

Pada tahun 2017, serangan oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap warga Rohingya mengakibatkan lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh untuk mencari perlindungan. Ini menghasilkan krisis pengungsi terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dekade. Pengungsi Rohingya yang tiba di Bangladesh menghadapi kondisi hidup yang sulit di kamp-kamp pengungsian yang padat dan kurangnya akses terhadap layanan dasar seperti air bersih, makanan, dan perawatan medis.

Respons Internasional

Krisis kemanusiaan Rohingya telah menarik perhatian dan kecaman dari komunitas internasional. Banyak negara dan organisasi internasional telah mengecam tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan terhadap Rohingya oleh pemerintah Myanmar. Namun, upaya untuk menyelesaikan konflik dan meningkatkan kondisi kemanusiaan bagi Rohingya masih terus berlangsung.

Tantangan Menuju Resolusi Damai

Meskipun ada tekanan internasional yang meningkat terhadap pemerintah Myanmar untuk mengakhiri diskriminasi terhadap Rohingya dan mengatasi akar penyebab konflik, proses perdamaian dan pemulihan tetap berada di tengah-tengah tantangan. Solusi jangka panjang yang berkelanjutan memerlukan komitmen yang kuat dari pemerintah Myanmar untuk mengakhiri diskriminasi dan kekerasan serta memastikan hak-hak dasar bagi semua warga negaranya, termasuk etnis Rohingya.

Rohingya Masuk ke Indonesia

Pada beberapa kesempatan, beberapa pengungsi Rohingya telah mencoba masuk ke Indonesia untuk mencari perlindungan dari konflik dan penindasan di Myanmar. Di masa lalu, ada insiden di mana kapal-kapal yang membawa pengungsi Rohingya tiba di perairan Indonesia. Pada tahun 2015, misalnya, Indonesia bersama dengan Malaysia dan Thailand secara bersama-sama menerima ribuan pengungsi Rohingya yang terdampar di laut.

Penerimaan terhadap pengungsi Rohingya di Indonesia telah menjadi perdebatan di dalam masyarakat dan pemerintah. Beberapa pihak menyerukan agar Indonesia memberikan perlindungan kepada pengungsi Rohingya sesuai dengan kewajiban hak asasi manusia internasional, sementara yang lain mengkhawatirkan dampaknya terhadap keamanan nasional dan kesejahteraan sosial.

Pemerintah Indonesia telah mengadopsi kebijakan terkait pengungsi Rohingya, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang tiba di perairan Indonesia serta bekerja sama dengan organisasi internasional untuk menangani masalah tersebut. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan upaya di tingkat regional untuk menangani akar penyebab konflik dan penindasan yang mendorong pengungsi Rohingya mencari perlindungan di luar negeri.

Konflik Rohingya yang Terjadi di Indonesia

Perlu diperjelas bahwa konflik Rohingya secara langsung tidak terjadi di Indonesia. Konflik Rohingya adalah konflik yang terutama terjadi di Myanmar, di mana kelompok etnis Rohingya menghadapi diskriminasi, penindasan, dan kekerasan oleh pemerintah dan penduduk mayoritas.
Namun demikian, Indonesia, sebagai negara tetangga dan anggota komunitas internasional, memiliki keterlibatan dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang melibatkan pengungsi Rohingya. Beberapa pengungsi Rohingya telah mencoba masuk ke Indonesia untuk mencari perlindungan, terutama pada tahun-tahun ketika krisis kemanusiaan Rohingya mencapai titik tertinggi.

Pemerintah Indonesia telah merespons situasi ini dengan berbagai cara, termasuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi yang tiba di perairan Indonesia, memberikan akses sementara kepada pengungsi untuk tinggal di Indonesia, dan berpartisipasi dalam upaya regional dan internasional untuk menangani akar penyebab konflik di Myanmar.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa Indonesia sendiri memiliki tantangan dalam menangani masalah pengungsi dan pencari suaka, termasuk pengelolaan kamp-kamp pengungsian, penyediaan bantuan kemanusiaan, dan penegakan hukum terhadap penyelundupan manusia. Sebagai negara dengan berbagai konflik internal dan tantangan sosial-ekonomi, Indonesia juga perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kewajiban kemanusiaan internasional dan kepentingan domestik dalam menanggapi masalah pengungsi Rohingya.

Ditulis oleh: Jaxson Denrophile

Shares: