Tuhan, entah bagaimana lagi aku harus bertahan hidup,langkahku goyah di atas ketakutan yang tak berwujud, aku menggenggam sisa berani yang hampir luruh, sambil bertanya, masih adakah arah untukku?
Aku hanya perempuan yang belajar kuat dalam diam, menyembunyikan runtuh di balik senyum yang dipaksakan, setiap malam kupeluk cemas yang tak kunjung padam, seolah hidup hanyalah ulangan dari kehilangan.
Tuhan, apakah ini hukuman yang harus kuterima, atau skenario terbaik yang belum kupahami maknanya, sebab luka datang tanpa jeda, tanpa suara, dan aku lelah menebak arti di balik semua derita.
Namun jika harus terus berjalan, akan kucoba lagi, meski takut ini tak pernah benar-benar pergi, kuharap di ujung jalan nanti aku mengerti, bahwa Engkau tak pernah benar-benar meninggalkanku sendiri.