Dering juga getar gawaiku
Anehnya, itu terasa ke jantung setelah namamu muncul di layar
Aku tidak lekas membuka
Sekali lagi, ingatku padamu hanya jatuh cinta
Sambil kuramu kopi malam itu
Katanya segelap malam
Nyatanya malamku hangat
Bukan gelap, titik!
Rasanya si angin bukan hanya berhembus
Kini ia terasa bernada
Terlalu indah untuk yang katanya malam gelap
Aku ingin merayu semesta
Kuteguk isi cangkirnya
Ternyata manis itu bukan dari kopiku
Hanya rasaku yang sedang menikmati Asmaraloka
“Jadi tuan, kapan kau balas lagi cintaku?”