“Bagaimana caramu melawan sepi?”, tanyaku layaknya bocah. Seperti biasa, di hadapanmu segala kesoktahuanku luruh, siap mendengar apapun yang akan kau ucapkan. Engkau menghisap puntung rokokmu lebih dalam dari sebelumnya, tertawa
2 karya tulis dari Puan:
“Bu, kenapa kelapa berwarna hijau?” Ibuku, yang tengah sibuk menyeruput kelapa, menoleh dan menjawab; “Hijau itu tanda kelapa masih muda, Nak. Penuh dengan air, penuh dengan harap, penuh dengan mimpi.

