Karakter sangat berpengaruh pada berbagai macam aspek. Memiliki karekter yang baik akan membuat suatu diri, bangsa dan negara yang kuat, berakhlak mulia, toleransi serta masih banyak lagi.
Begitu banyak karakter baik yang perlu dibangun diantaranya kejujuran, kerja keras, disiplin, kreatif, mencintai, jiwa sosial, gemar belajar dan membaca, serta masih banyak lagi.

Berikut Penalis merangkum hal-hal yang bisa dilakukan dalam praktek pendidikan karakter demi lahirnya pribadi yang memiliki karakter yang baik.

Mengajarkan Disiplin Menyikapi Berbagai Hal

Perbanyak memberi pengertian kepada anak, mana hal yang baik dan hal yang buruk, agar kelak anak memiliki sistem navigasi pada dirinya sendiri yang berguna untuk menerapkan disiplin. Disiplin yang dimaksud bukanlah menaati aturan yang ada sebagaimana makna disiplin pada artikel Langkah Menerapkan Disiplin Diri Untuk Mencapai Tujuan. Apalagi sampai memberi hukuman dan sanksi kepada anak. 

Dalam mendidik disiplin pada anak lebih mengutamakan bagaimana anak mengerti hal baik dan buruk yang kemudian anak akan disiplin bersikap terhadap hal-hal tersebut. 

Memberi Contoh dan Cerita Bermoral Baik

Berikan contoh pada anak dan jelaskan maksud dari contoh yang diberikan tersebut.
Karena anak akan otomatis merekam kejadian yang mereka lihat tanpa tahu apa maksud dan bagaimana kejadian tersebut diterapkan. Ajarkan nilai-nilai moral budi pekerti yang luhur dan bijak kepada anak, ajak bicara, dan pastikan dia mengerti apa yang anda sampaikan dengan baik.
Anak adalah kertas putih dengan lengan yang siap melukis. Gambar yang akan dihasilkan kelak tergantung dari apa yang anak rekam, lihat, dan dengar.

Kurangi Menonton dan Bermain Gawai

Bermain gawai, menonton televisi, dan sebagainya adalah bentuk komunikasi satu arah yang bisa mengakibatkan karakter anak menjadi pasif. Karakter yang pasif sangat berpengaruh pada kehidupan anak di masa depan, terutama pada aspek sosial. Anak yang pasif memiliki kecenderungan anti sosial dan menarik diri dari pergaulan. Jika terpaksa menonton atau bergawai sebaiknya dibatasi serta pastikan anak kita menonton acara yang baik.

Jangan Menghakimi Anak

Jangan berikan kata-kata yang menghakimi kesalahan anak, seperti menyebutnya nakal, keras kepala, dan lain sebagainya. Jika anak melakukan kesalahan, maka berikan arahan dan ajarkan hal apa yang sebaiknya anak lakukan. Pada dasarnya anak hanya tidak mengerti hal yang ia lakukan itu baik atau buruk. Berikan motivasi pada anak, berikan pengertian dengan cara yang baik dan di saat yang tepat; yaitu saat anak sedang dalam mood yang bagus.

Bermain Bersama Anak

Ada saat nya orang tua menjadi teman bermain anak, ada saatnya anak bermain bersama teman-temannya. Saat bermain bersama anak, ajarkan ia hal-hal baik. Ketika anak bermain bersama teman-temannya tugas orang tua adalah mengawasi. 
Biarkan anak bermain dan bersosialisasi untuk mengasah intelektual komunikasi dan sosialnya.

Tidak Membandingkan Anak

Membandingkan anak dengan anak lain membuat mental anak menjadi bingung. Sangat berpotensi membuat anak tidak mengenal dirinya, membuat anak tidak merasa memiliki. Dengan membandingkan anak, maka anak juga cenderung akan membandingkan dirinya ke orang lain yang pada akhirnya membuat anak tidak pernah merasa puas dan bersyukur.

Ajarkan Kemandirian Pada Anak

Begitu pentingnya pendidikan karakter sejak dini dapat disimpulkan bahwa kemandirian pada anak baiknya diterapkan sejak dini, sebelum mengajarkan anak untuk mandiri sebaiknya jelaskan dahulu kemandirian yang harus anak lakukan. Ajarkan langkah demi langkah menuju sifat mandiri, berikan penjelasan baiknya sifat mandiri. 

Demikianlah hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk membangun karakter pada anak. Pendidikan karakter pada anak sebaiknya diterapkan sejak dini, sebab karakter akan sangat berpengaruh pada identitas diri. 

Shares:
Show Comments (1)
1 Comment
  • Kyndaerim
    6 Dec 2021 at 19:44

    Penting memang membangun pendidikan karakter anak sejak dini, karena sebagai orang tua, kita harus membentuk segala macam tentangnya dengan hal baik nan positif.

    Terutama jangan berat hati untuk selalu membersamai anak dalam hal apapun, supaya anak merasa senantiasa disayangi. Eits, bukan berarti dimanja yaa.. Berikan perhatian sesuai porsi, namun menyayangi dengan sepenuh hati.

    Salam sayang, eh..

    @kyndaerim

Comments are closed