Sastra

Angan Pulang

๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข
๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข
๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข

Satu sesapan.
Hingga menjalar pada sesap lainnya aku rasakan pada rongga kerongkongan lalu menuju indra penciuman dan terus berputar seolah abadi sebagai ikatan.

Dengan iringan nada sendu kemudian diteruskan dengan lirik bermakna pilu
serta angin dingin yang halus menyentuh sampai terasa membeku.

Pada waktu ini, di bawah pohon yang warnanya serupa dengan langit
Hujan telah memutuskan usai untuk turun.
Lain denganku yang tak urungkan usai dan beranjak jauh
Hingga menyisakan aku sebagai satu-satunya.

Kurasa sebuah tenang
Kurasa seakan pulang

Lalu aku dengan lirih;
โ€œsemesta: sepi inikah sebenarnya rumahku? Dinginโ€ฆ Setitik saja.. Jika berkenan, berikan aku hangatโ€”hangat yang kurasa lama tak berpulang pada jiwa.โ€

Like 0
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *