Malam menjelang pukul 10, Aku sedang bermain dengan mainan superhero ku di kamar. Disaat aku beranjak tidur, ibu masuk ke kamarku dan mengajakku bermain sebelum tidur.
“Dek, ibu ada permainan seru nihh sebelum kita boboo!!!” seru ibu.
“Waah permainan apa buu? tumben” sambutku dengan antusias setengah ngantuk.
“Okey sekarang kamu dengar ya apa kata ibu, kita harus bersembunyi dari monster jahat yang akan memakan kita, apakah kamu siap dekk?” kata ibu dengan nada penuh semangat.
“Ihhhh serem adek jadi takuttt, kenapa kita ngga lawan aja bu monsternya? Kan adek mau jadi superhero kayak captain america” tanyaku.
“Monster itu sangat kuat dan menakutkan nak. Kita ga punya banyak waktu dan kita harus sembunyi sebelum dia mengetahui posisi kita” jawab ibu.
Tak lama berselang, terdengar suara raungan teriakan dan erangan disusul dengan suara perabotan yang pecah di lantai bawah. Sulit dipercaya bahwa permainan “bersembunyi dari monster” ini terasa begitu nyata. Ibu ku langsung menyumpal mulutku dan menyuruhku untuk jangan berisik sambil tertawa. Dengan suara pelan tapi bersemangat ibu berkata bahwa monsternya sudah mulai berkeliaran mencari keberadaan kita. Sontak ibu ku langsung mencari cara untuk menyelamatkan dan mengalahkan monster itu sedangkan aku sangat kegirangan karena pasti bakal seru sekali permainan nya. Sejauh ini aku kagum sama ibu karena ibu telah membuat permainan dengan suasana yang begitu nyata namun tetap menyenangkan
Ibu langsung merencanakan strategi untuk menaklukan monster jahat itu. Aku diminta ibu untuk menjaga mainan ku agar tetap aman sedangkan ibu akan turun untuk mengecek dan mencoba menaklukan monster itu sendirian.Aku berulang kali merengek dan meminta ikut menemani tapi ibu meyakinkan aku sembari tertawa melihat tingkahku bahwasanya, ia akan mengalahkan monster dan memastikan aku dan mainanku aman.
Aku penasaran, seperti apa ya wujud monsternya? aku membayangkan monster itu memiliki badan yang tinggi serta kuku yang mengerikan. Ditambah matanya yang menyeringai dan gigi taringnya yang tajam.
Sesaat sebelum pergi menaklukan monster itu, ibu memakaikan ku jubah seperti superman dan kata ibu, aku kuat seperti superman.
“Jaga dirimu dan mainanmu baik-baik ya, super ibu akan segera menaklukan sang monster jahat ituu!!” seru ibu dengan atribut ala wonder woman nya dengan enerjik. Ibu sangat bersemangat sekali untuk menaklukan sang monster.
Ibu segera beranjak meninggalkan kamarku dengan perlahan supaya monster itu tidak mendengar. Lalu ibu tersenyum dengan tertawa kecil dan keluar dari pintu secara perlahan. Aku langsung membawa mainan ku bersembunyi dan berdiri gagah sambil waspada akan kehadiran monster itu. Selang beberapa detik, aku mendengar suara ibu yang berteriak. Oh gawat!! Ibu diserang sang monster. Seketika aku takut dan langsung bersembunyi di balik selimutku karena aku tak menyangka monster yang ibu maksud adalah monster sungguhan. Kalau didengar dari suaranya, sepertinya ibu menendang, menampar bahkan berusaha lepas dari cengkraman monster jahat itu.
Monster itu juga berteriak tak kalah kencang dari ibuku, ia juga kerap kali tertawa dengan suara yang berbeda. Bahkan bisa bersuara seperti ayahku. Kakiku seketika gemetar, badanku seketika dingin, jantungku seketika berdetak lebih kencang dari biasanya. Seketika aku menangis dan mengompol. Aku bingung apa yang harus ku lakukan tapi, aku teringat pesan ibu untuk tetap disini dan menjaga mainanku tetap aman.
Aku langsung mengunci pintu lalu aku bersembunyi dibalik lemari bersama mainanku. Sial ternyata tumpukan barang dan lemari begitu sesak dengan tubuhku yang mungil ini. Aku bisa mendengar suara monster itu, pecahan botol dan teriakan ibu yang semakin keras walaupun samar dari balik lemari. Nafasku menjadi sesak dan aku tak dapat menggerakan badanku hingga tiba-tiba ada peri yang menyelamatkanku. Rupanya peri itu ditugaskan untuk menyelamatkanku dari kejaran sang monster. Aku bingung apakah ibu juga sudah diselamatkan? sang peri mengiyakan dan bilang bahwa kita akan menemui ibu mu di pulau peri, tempat teraman dari sang monster. Aku dan ibu peri seketika terbang bersama menuju pulau peri dan disana aku bertemu ibu. Ibu dan aku berpelukan sembari menangis haru. Setelah itu kami bermain bersama peri dan menghabiskan waktu di pulau peri yang indah ini dengan aman tanpa gangguan monster jahat itu lagi.





