Gadis berambut merah terduduk di sudut kamar. Akhir-akhir ini, tumpukan letih melukis pesona wajahnya. Setelah selesai bekerja seharian ia bergegas untuk pulang, melakukan ritualnya setiap hari agar tetap mampu mewaraskan
Cerpen
Sekian menit pandangan tertuju pada layar desktop. Angka berhamburan, kelak sebagai penentu bonus yang diperoleh bersama gaji tiap bulan. Spontan raga bergetar, perlahan merasa lumrah. Sampai di jam 11, perut
Tepat setelah hari kelulusan sekolah, Arta mengajak Sabrina untuk menikmati sunset karena kebetulan di beranda Instagramnya sedang ramai potongan video tentang senja di Pantai Kute.”Taa, liat deh sedikit lagi mataharinya
Cerpen ini lolos kurasiRekor Muri 10.000 Fiksi Minibersama duta baca Gol A Gong Terik matahari dan tebalnya polusi ibu kota mampu mencipta butir-butir peluh. Dipinggir jalan kota besar, di halaman
Di ruang terbuka ini, suara ketikan keyboard dan percakapan singkat antara rekan-rekan kerja menggema, tetapi Amara lebih memilih keheningan. Matanya terfokus pada layar, dan meskipun banyak rekan yang berpapasan, ia
Lagi dan lagi, seperti malam sebelumnya sulit bagiku memejamkan mata. Namun, ada bagusnya karena aku bisa membagikan ceritaku ke kalian. Oh ya, aku sempat kepikiran sesuatu perihal pembahasan kemarin. Aku
Hai, aku kembali dengan cerita baru, dengan cerita yang nggak kalah menarik dari kemarin—“mungkin”, haha. Ah, sudahlah. Sulit sekali untukku mengutarakan sebuah perasaan, bukan sebuah ketertarikan, melainkan rasa sakit yang
“Ting!” Bunyi ponsel Amara yang menandakan adanya pesan masuk. Amara menekan ujung rokok yang hampir habis ke dalam asbak, menghasilkan suara kecil saat bara api yang memudar menyentuh permukaan kaca.
Di malam kedua setelah aku memikirkannya, dan dengan aktivitas yang mungkin hari ini terasa membosankan, banyak sekali kebodohan yang aku lakukan. “Kenapa terus terulang?” ucap diriku. Aku mungkin munafik. Seharusnya
Malam menjelang pukul 10, Aku sedang bermain dengan mainan superhero ku di kamar. Disaat aku beranjak tidur, ibu masuk ke kamarku dan mengajakku bermain sebelum tidur. “Dek, ibu ada permainan
Setiap malam, dia duduk di depan layar komputer, hanya ditemani suara ketikan jari-jarinya yang beradu dengan keyboard. Meski demikian, ada sisi lain dari Amara yang tidak banyak orang tahu. Sisi
Kota itu tak pernah tidur. Lantai-lantai kaca gedung-gedung pencakar langit mengkilap diterpa cahaya lampu malam yang silau. Setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap bayang-bayang di jalanan seakan mengisahkan rahasia yang
Artikel Lainnya









