Sastra

Gadis Berambut Merah

Gadis berambut merah terduduk di sudut kamar. Akhir-akhir ini, tumpukan letih melukis pesona wajahnya. Setelah selesai bekerja seharian ia bergegas untuk pulang, melakukan ritualnya setiap hari agar tetap mampu mewaraskan jiwanya. Sepenuhnya bersembunyi di kamar kost kecilnya. Dalam lampu remang, perut yang tidak keroncongan meski tanpa makan malam. Baginya hari-hari adalah sama saja yang mampu meremukkan persendianya tanpa akhir. Setelah menutup pintu kamar kost, ia mendesah putus asa, berharap mampu mengurangi beban dan lelah yang selalu menggerogoti hidupnya. Hingga tanpa gadis berambut merah sadari, dalam lamunan kosong tanpa arah berlama-lama ia menatap sebotol obat pembasmi nyamuk cair yang berada di atas meja.

Menyandarkan punggungnya di bangku plastik, berharap mampu menyalurkan seluruh beban kehidupnya di sana. Sebagai si sulung yang menghidupi ibu tunggal dan ketiga adiknya, ia memutuskan merantau ke kota besar. Melakukan banyak pekerjaan untuk mendapatkan uang. Ia tak peduli mengenai babak-belur perasaan dan tubuhnya karena kehidupan pun telah begitu tega, tidak pernah menjadi mudah untuk ia jalani, tidak berbelas kasih di masa-masa tersulitnya. Sebuah kesimpulan untuk ia telan seorang diri bahwa pahala dan dosa serasa setara, mahal harganya.

Belakangan ini gadis berambut merah sungguh porak-poranda. Si sulung terus berlari mati-matian tanpa memiliki jeda melamban. Sehingga secangkir kopi hitam pekat yang ia minum setiap pagi tidak mampu tandingi pahit kenyataan hidupnya. Meskipun ia miliki telinga-telinga setia yang bersedia mendengarkan keluhnya, mengiba, menyalurkan semangat juang, mampu membuatnya tersentuh karena tak sepenuhnya terabaikan. Namun sejatinya, bukan itu yang diinginkanya.

Gadis berambut merah kembali mendesah putus asa, meraih botol yang ada di atas meja, menuangkan cairan sesuai petunjuk, lalu menyemprotkanya keseluruh ruangan. Ia bersiap tidur, berdoa untuk keselamat jiwa raganya untuk mampu menjalani peranya, si sulung di hari esok.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *