Kamu
Kamu ingin aku cintai dengan sederhana seperti puisi Sapardi?
Atau kamu ingin aku cintai dengan membabi buta bagaikan laki-laki yang kepalang berahi kepada wanitanya?
Maaf.
Aku tidak bisa kedua-duanya.
Karena aku ingin mencintaimu dengan cara yang biasa-biasa saja.
Karena kamu sendiri sudah tidak biasa-biasa saja, terlalu ah entahlah.
Segini saja.
Kata-kata yang ada di kepalaku lenyap seketika.
Karena akalku kalang kabut kalau tengah memikirkanmu.