Kue keranjang, atau sering juga disebut kue ku atau nian gao, adalah salah satu makanan tradisional Tionghoa yang sering disajikan pada perayaan Imlek. Kue ini memiliki tekstur kenyal dan manis, serta memiliki makna simbolis yang dalam bagi budaya Tionghoa. Kali ini Penalis akan mengeksplor lebih jauh tentang kue keranjang ini.

Asal-usul Kue Keranjang

Kue keranjang memiliki sejarah panjang yang melibatkan kepercayaan dan tradisi kuno Tionghoa. Banyak cerita yang menuliskan kue Kue Keranjang sebagai simbol budaya bagi Tionghoa. Menurut legenda, kue ini pertama kali diciptakan pada masa Dinasti Tang di China kuno. Cerita tersebut mengisahkan tentang seorang dewi yang turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia dari bencana dengan memberi mereka kue keranjang. Sejak itu, kue keranjang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan umur panjang. Hingga saat ini Kue keranjang selalu hadir dalam perayaan imlek.

Bahan dan Proses Pembuatan

Bahan utama dalam pembuatan kue keranjang adalah tepung ketan, gula, dan air. Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi. Memerlukan keterampilan khusus untuk membuat Kue Keranjang yang berkualitas. Tepung ketan dicampur dengan air dan gula, lalu adonan tersebut dikukus dalam cetakan khusus berbentuk keranjang kecil, memerlukan ketelitian yang sangat baik dalam membuat Kue Keranjang. Setelah matang, kue keranjang memiliki tekstur kenyal yang khas dan rasa manis yang lezat.

Makna Simbolis

Selain sebagai hidangan lezat yang dinikmati oleh banyak orang dari mulai anak muda sampai generasi yang lebih senior, kue keranjang juga memiliki makna simbolis yang dalam dalam budaya Tionghoa. Bentuk bulat dan kenyalnya tekstur kue tersebut melambangkan kelimpahan rezeki dan keharmonisan dalam kehidupan. Karena itu, kue keranjang sering dihadirkan sebagai persembahan kepada leluhur atau dewa-dewi dalam ritual perayaan Imlek.

Kue Keranjang di Era Modern

Meskipun kue keranjang memiliki akar tradisional yang kuat, hidangan ini tetap relevan hingga saat ini. Di era modern, kue keranjang tetap menjadi hidangan wajib pada perayaan Imlek di berbagai belahan dunia yang memiliki komunitas Tionghoa yang kuat. Selain itu, kue ini juga semakin populer di luar komunitas Tionghoa karena rasanya yang unik dan keberadaannya yang kini lebih mudah diakses melalui toko-toko spesialis makanan Asia. Meski sudah di era modern kue keranjang tetap menjadi simbol yang menggambarkan keberuntungan, kebahagiaan, dan umur panjang dalam perayaan Imlek.

Variasi Olahan Kue Keranjang

  • Kue Keranjang Biasa adalah kue keranjang klasik yang terbuat dari tepung ketan, gula, dan air. Kue ini memiliki tekstur kenyal dan manis yang khas.
  • Kue Keranjang Isi Kacang Merah memiliki isian kacang merah yang manis di tengahnya. Isian ini menambahkan tekstur dan rasa yang berbeda pada kue.
  • Kue Keranjang Isi Kacang Hijau dengan pasta kacang hijau. Isian ini memberikan rasa yang lebih segar dan lembut pada kue.
  • Kue Keranjang Isi Kelapa diisi dengan kelapa parut yang telah dimasak dengan gula. Isian kelapa ini memberikan tekstur yang lebih renyah dan aroma yang harum pada kue.
  • Kue Keranjang Goreng digoreng setelah dikukus. Proses penggorengan memberikan tekstur yang lebih renyah pada bagian luar kue, sementara bagian dalamnya tetap kenyal.
  • Kue Keranjang Gulung adalah kue keranjang dalam bentuk gulungan seperti gulung sushi. Adonan kue diberi isian seperti selai kacang atau selai kacang hijau, lalu digulung dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil.
  • Kue Keranjang Kombinasi menggabungkan kue keranjang dengan bahan-bahan lain, seperti keju, cokelat, atau buah-buahan, untuk menciptakan variasi rasa yang baru dan unik.

Setiap variasi kue keranjang ini memberikan pengalaman rasa yang berbeda, namun tetap mempertahankan ciri khas tekstur kenyal dan rasa manis yang menjadi ciri khas kue keranjang tradisional. Kue keranjang bukan hanya sekadar hidangan manis dalam perayaan Imlek, tetapi juga sebuah simbol keberuntungan dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan tekstur kenyalnya dan makna simbolisnya, kue keranjang tetap menjadi salah satu ikon khas dalam budaya Tionghoa yang patut dipelihara dan disajikan dengan bangga.

Ditulis Oleh: Jaxson Dendrophile

Shares: