Sastra

Sonyaruri

Hidup tidak pernah seperti yang terlihat. Semua samar, tak beraturan, tak bisa ditebak, terkadang penuh dengan hal yang sulit dicerna nalar. Ada kalanya dimana kau berada dalam fase yang luar biasa. Berbaur dengan bunga musim semi, berlarian menyusuri pesisir pantai, berbisik lembut pada pasir yang menyelimuti jemari kaki, atau mungkin melihat ombak saling memeluk mesra. Namun tidak semua hal di dunia ini ditakdirkan untuk indah dan bertahan lama. Semua bisa saja berubah dalam sekejap, perihal keadaan yang mulai melebur. Bumi berubah menjadi begitu senyap. Hidup bukanlah hidup ketika jiwa menjadi dingin dan mulai merayap pelan. Begitu juga jiwa manusia, lebih rumit daripada konstelasi bintang di angkasa.

Dunia telah menjadi abu, meleburkan semua yang pilu. Semua yang telah lenyap, semua yang telah hilang meninggalkan perasaan yang nalar tak sampai, meski dari luar terlihat begitu biasa di balik mata yang melihat dunia. Dunia mungkin melihat kau sendirian, seperti menunggu sesuatu yang tak akan datang. Biarkan saja seperti itu, sekali lagi kau tegaskan hidup tidak pernah seperti yang terlihat.

Sejak lama kau mati dan hancur hingar-bingar bersamaan dengan kenangan yang semakin pudar. Kenangan saat kau yang bebas bertemu siapapun, kenangan saat kau tidak takut untuk berbaur, kenangan saat kau saling bersautan saling bercerita satu sama lain, kenangan saat kau mengelilingi sudut kota hingga tengah malam, tentang semua toko buku usang, tentang toko kopi yang selalu kau kunjungi, dan kenangan ketika kau merasa dicintai dan menjadi manusia kuat. Semua sudah pudar dan mati.

Hidup tidak pernah seperti yang terlihat, meski gejolak rasa yang terus menerus ingin menghilang dan bersembunyi, meski kau merasa hancur dikoyak-koyak rasa sakit yang tak bisa dibagi, meski tangis kau pecah di malam hari, tapi ada sesuatu yang kau temukan di dalam diri.

Kau tidak sendiri, kau akan terus hidup dan bertumbuh.
Ada sonyaruri yang menari di bawah rembulan yang akan membimbing kau untuk pulang dalam kegelapan

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *