Sastra

1975

Untuk kakakku yang pergi tanpa aba-aba.

Aku titipkan bait-bait ini pada sungai-sungai yang mengalir di sana
Di tempat yang kau tak pernah bayangkan sewaktu kau masih gemar di dapur ibu.

Aku sampaikan rindu pada buah buahan, madu dan anggur yang katanya tidak memabukkan.

Di sana tidak ada matahari yang terlalu menyengat,
atau dingin yang terlalu menggigil.

Tak ada sakit sakitmu lagi.
Tak ada kecewa, air mata, atau sebuah sia-sia.

Aku membayangkanmu menggendong bayi-bayi jalanan yang bapak ibunya sembarangan.
Sambil menunggu ibu pulang.
Menyiapkan santapan; bakwan jagung, sayur sop, atau buah buahan.

Lalu saat ibu tiba,
kau yang merengek meminta digendong ia.
Sebab di dunia,
tangismu tak ada yang mengais, dan lukamu tak ada yang merasa.

Terakhir, aku sampaikan sampai jumpa.
Mungkin di sana. Mungkin tidak.

Like 2
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *