Kedipan mata menghindari sinar;
Dalam helm, kudengar petikan senar.
Putar setir, gas memenuhi pajak,
pijak harta kota berlabel adu tahta.
Kepulan gosip mengiringi putaran roda;
adu nasib sudah tak terbendung, tinggalkan noda.
Tangan satpam menyapa setiap pagi,
aku tenggelam dengan banyak analogi.
Nama bergelantungan dengan warna seperti pelangi.
Tiba-tiba, air minum tunggangan naik tak tertahan lebih mahal dari kopi pinggir jalan!
Tiba-tiba, tukar pindah pion lebih gesit dari cetakan sablon bergambar lampion.
Tiba-tiba, baris angka utang naik tanpa permisi lebih ganas dari asam lambung.
Tiba-tiba, pacu jantung lebih cepat dari drag race mendidih, butuh jarum masuk kulit, menyebar drug pace, bikin nagih.