Sastra

Hehe, Layak kok

Aku ingin menjadi nasi
Padahal tubuh kering kerontang dimakan absen pagi dan lembur

Tapi menjadi 4 sehat dan 5 kewajiban sholat terus dituntut
Membaca, menulis, merangkum omongan sebelah rumahmu

“Jadi apa? Jadi kemana? Kapan memulai momongan?”
Tersikut malu pada pertanyaan konyol yang dilontarkan

Ambil ini
Tagihan listrik dan sebuah kemewahan yang disebut hidup

Acuh dan mulai pergi

Aku menerka hidup
Aku berjudi dengan nasib
Tuhan punya kartu AS atau Joker

Sulit disederhanakan

Ada keajaiban pada kejadian

Mulai meramu takdir

dan disebutkan pada pencarian browser Google maupun handphone canggihmu

“kau terus layak”

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *