Sastra

Asal Tanah Tahan

Karet tebal hitam menggilas muka aspal.
Musim kemarau datang lebih lambat, kami sudah siapkan terpal.
Pori-pori badan membesar, tertutup angin menggumpal.
Minum Tolak Angin, terbuka kesegaran yang original.

​Rangkong gading betina cabut bulu perkuat markas.
Kodrat tidak keluar dari lubang, harus jaga brankas sisa sarkas.
Sasa bumbu masakan sudah habis waktu untuk belanja.

Manja tanda ingin selimuti ranjang.
​Ingin rasanya pergi ke Peru, terlihat sangat seru pakai tanda seru!
Namun, itu baru—karena kutahu itu semua adalah impian semu.

Butuh tanda koma untuk berhenti sejenak, dan berpikir kalau kau pantas dibuat koma.
​Kau tidak perlu tangani semua
karena kau bukan mendandani bak MUA.

Apa ini masalah? Masa? Ah, kau ini terlalu lelah,
jadi kau lupa kalau sedang lengah.
Kau hilang arah.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *