Kau pergi agar aku tidak terluka.
Tapi sadarkah kau?
Kepergianmu justru meninggalkan luka.
Aku melepaskanmu karena mencintaimu.
Lucunya, cinta itu membuatmu merasa
tidak cukup untuk dipertahankan.
Kau tak ingin memberiku harapan palsu,
maka kau berikan kenyataan.
Anehnya, kenyataan itu lebih menyakitkan
daripada harapan yang tak pernah sampai.
Aku memilih diam agar tidak memperumit hidupmu.
Tapi diam ternyata lebih berisik
daripada pertengkaran.
Aku tahu kau tidak pernah berniat menyakitiku.
Kau hanya memilih jalan yang menurutmu benar.
Tapi seperti yang kita tahu,
kebenaran dan luka kadang berjalan beriringan.
Ini bukan salahmu.
Ini bukan salahku.
Mungkin kita hanya ditulis
untuk tumbuh dari kisah yang sama,
bukan untuk tinggal di dalamnya.
Benarmu dan benarku tak pernah benar benar salah.
Tapi juga tak pernah cukup benar untuk membuat kita tetap bersama.