Sastra

Kalau Nanti Kita Menikah

Kalau suatu hari nanti aku dipaksa tuhan menikah, dan kamu adalah jodohku.
Ini yang akan aku lakukan sebagai suami yang baik.
Selesai proses lamaran, aku akan bacakan sebuah puisi di hadapan keluarga kita.
Lalu saat proses akad dan perayaan, aku akan mengundang semua teman puisiku untuk membawakan puisinya di acara kita.

Saat malam pertama aku akan membacakan puisi untukmu sebelum tidur.
Selesai sholat berjamaah, aku akan membacakan puisi

Saat berangkat kerja, di depan pintu aku akan membacakan puisi
Makan malam tiba aku akan membacakan puisi

Saat anak kita lahir, setelah aku adzankan. Aku akan lantunkan sebuah puisi
Ketika kita rekreasi, aku berdiri di depan umum lalu membaca puisi

Setelah aku memberikan slip gajiku, akan kuselipkan puisi
Lalu ketika mudik, aku akan bacakan di depan warga kampung sebuah puisi

Tembok rumah kita akan dipenuhi puisi
Password email, WhatsApp, Instagram isinya puisi

Saat membeli baju, gambarnya puisi
Semua puisiku, hanya untukmu. Cinta

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *