Di kereta sebelumnya,
Aku penumpang pasrah yang
Tak diberi istirahat.
Dipaksa berdiri tegak
Saat ia diguncang gemuruh
Lalu ditumpangi
Tanggung jawab,
Tuntutan,
Deadline, dan
Rutinitas repititf
Harian.
Di kereta sekarang,
Aku tak lagi bersaing
Dengan segala riuh pikuk
Dirinya,
Ia juga tak seberisik
Kereta sebelumnya
Yang selalu bicara
Hal-hal tidak perlu.
Aku dipastikan
Duduk—dipeluk,
Diberi sandaran,
Ditawari kudapan.