Jakarta, 03 September 2023
Lantas apa hamba salah, Tuan?
Jika mencintamu sampai sedalam ini.
Sebab Tuan lebih dari pantas mendapatkannya.
Tuan sangat layak.
Hatiku keras, sulit melunak.
Sebab Tuan, sejak kecil dunia sudah kejam
Pada tubuh mungil dan jiwa rapuh ini.
Hantaman keras dari segala sisi jadikan diri sulit merasa aman.
Namun, Tuan..
Sejak bertemu Tuan,
hamba dapat kembali merasa aman yang lama tidak tersentuh hati.
Baru kurasa ternyata mencinta bisa seindah ini.
Biarlah, Tuan..
Rasa ini tetap abadi untuk waktu yang entah,
Biar nanti ketika waktu-Nya sudah memintaku untuk kembali,
Saat tentangku mungkin hanya bisa dikenang sebatas nama,
hamba tetap rasa bahagia.
Sebab, Tuan..
Insan membiru ini pernah mencinta jiwa seindah milik Tuan.