Pa, telah sampai akuDi peraduan malamAda sungai-sungai darahMengalir dari mataku Dan ini nisan paling konyolTempatku mengeja s-e-p-iTapi bukan sepi yang terbacaMelainkan bait rindu dalam do'a Pa, bukankah pisau ingatan ituTelah
Andryan H. Dalimunthe
Andryan H. Dalimunthe, kelahiran denpasar-bali. tergabung dengan beberapa komunitas sastra. hobi mendengar musik (jangan disuruh nyanyi), baca buku & kini sedang aktif menulis.
2 karya tulis dari Andryan:
telah kuturutkan amarah di dadaku –– yang bocor; ditikam sebilah sepisaat kutemukan bibirmu yang sangsimendenguskan kepalsuan aku menggelepar di lorong kelamterkungkung dan terengah-engah : mencari sejengkal mimpiyang dilumat jarum jam ketika

