telah kuturutkan amarah di dadaku –
– yang bocor; ditikam sebilah sepi
saat kutemukan bibirmu yang sangsi
mendenguskan kepalsuan
aku menggelepar di lorong kelam
terkungkung dan terengah-engah
: mencari sejengkal mimpi
yang dilumat jarum jam
ketika kedipan dusta membakar
arsip-arsip ciuman kita
di sepotong malam yang membusuk
Maluku, 14 Juli 2026