telah kuturutkan amarah di dadaku –
– yang bocor; ditikam sebilah sepi
saat kutemukan bibirmu yang sangsi
mendenguskan kepalsuan
aku menggelepar di lorong kelam
terkungkung dan terengah-engah
: mencari sejengkal mimpi
yang dilumat jarum jam
ketika kedipan dusta membakar
arsip-arsip ciuman kita
di sepotong malam yang membusuk
Maluku, 14 Juli 2026
Abg…. Puisimu selalu memiliki cara untuk berbicara langsung kepada hati. Terima kasih karena tak pernah lelah menuangkan rasa menjadi untaian kata yang indah. Teruslah berkarya, Sayang. Aku akan selalu menjadi pembaca pertama yang bangga pada setiap bait yang lahir dari hatimu. Semoga inspirasimu tak pernah padam, karena dunia pantas mengenal indahnya tulisanmu.” 💙