Pa, telah sampai aku
Di peraduan malam
Ada sungai-sungai darah
Mengalir dari mataku
Dan ini nisan paling konyol
Tempatku mengeja s-e-p-i
Tapi bukan sepi yang terbaca
Melainkan bait rindu dalam do’a
Pa, bukankah pisau ingatan itu
Telah memotong kalender; mmxxii —
— jadi mercon & terompet?
Mengapa tak ada perayaan
Mengapa tak ada…
Bahkan hitungan-hitungan jarak
Ke – c, cc, ccc—m jam dipastikan
Membuat hantu-hantu keraguan
Demen nangkring di kepala
Pa, apakah kafan serta belulangmu
Masih seputih salju ataukah raib
Digerogoti cacing-cacing waktu?
Maluku, Juli 2026