Sastra

Elegio, Menjelang Tahun Ke-V

Pa, telah sampai aku
Di peraduan malam
Ada sungai-sungai darah
Mengalir dari mataku

Dan ini nisan paling konyol
Tempatku mengeja s-e-p-i
Tapi bukan sepi yang terbaca
Melainkan bait rindu dalam do’a

Pa, bukankah pisau ingatan itu
Telah memotong kalender; mmxxii —
— jadi mercon & terompet?

Mengapa tak ada perayaan
Mengapa tak ada…

Bahkan hitungan-hitungan jarak
Ke – c, cc, ccc—m jam dipastikan
Membuat hantu-hantu keraguan
Demen nangkring di kepala

Pa, apakah kafan serta belulangmu
Masih seputih salju ataukah raib
Digerogoti cacing-cacing waktu?

Maluku, Juli 2026

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *