Sastra

Elegi Anarkis: Surat Kepada Masa Depan yang Bisu

Pada akhirnya asing menjelma kita
Senyum yang lebih dari madu
Bukan lagi untukku
Sekejap saja mendekat
Mendaur ulang kisah
Hingga sepi berpaling
Cemburu saat kita begitu mesra.
Aku rindu melawan negara bersamamu
Aku rindu melempar molotov bersamamu.
Bukankah kebahagiaan kita sama seperti dahulu?
Ketika anarki diterima khalayak ramai
Dan pergerakan timbul dari individu paling liar.
Maka, demonstrasi adalah taman bermain kita Menggunakan serba hitam paling indah.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *