Sastra

Ternyata Belum

Kuanggap cinta kini rasanya keruh
Setelah pesan singkat yang kubaca setengah sadar
Malam itu, ingin marah bergemuruh
Badai menyapa terus, bergantian. hingga tertampar oleh cuplikan radar

Episode yang kukira happy ending
Tak disangka akhirnya berkeping
Bagian lain coba melawan untuk bertarung
Lagi lagi kalah terhamtam keras terbanting banting

Kita pernah bermimpi sayang
Membagi beban berat yang awalnya dipikul sendiri
Apakah masih kau simpan kenangan yang sempat diukir?
Atau pura pura tak ingat, kita sempat bertatap berlama lama dari awal sampai akhir?

Luka perih janji diobati
Bukannya sembuh, aku malah terbiasa perih merintih
Senyum tawa nyatanya memeluk sepi
Sejak dia kembali mengambil alih

Berhenti berjalan
Tak karuan, berantakan
Penuh Keraguan
Biar saja angan angan
Bawa ke tujuan
Pelan pelan.

Like 1
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *