Sastra

Merayakanmu

Merayakanmu
Kulakukan setiap hari
Kadang ada setiap minggu ku berikan tempat istimewa dalam waktuku, walau kita tidak pernah bertemu
Ada sebulan yang setiap kali aku menyebut namamu dalam doa teruntai,
Ada satu hari dalam setahun khusus aku merayakan kelahiranmu

Ya..
Aku berusaha merayakanmu setiap hari minimal menyebut namamu dalam doa seratus kali, engkau bilang namanya shalawat

Setiap Minggu, ada satu hari dimana aku Mendoakan khusu untukmu, setelah Yasin ku, kukirimkan sedikit Fatihah yang kubisa, sekedar untuk buatmu bahagia.
Minimal setahun sekali, selalu kulantunkan kisahmu dalam barzanji, dan kuulangi kembali dalam bacaan riwayat hidupmu

Aku belajar disitu bagaimana engkau menjalankan dunia

Bagaimana kasihmu pada Istrimu

Bagaimana perilakumu pada orang yang lemah tapi tidak bisa melawan mu.

Bagaimana engkau mencintai umat dan sahabatmu

Bagaimana engkau lindungi orang yang tidak mengikuti apa yang engkau ajar dan sembah.

Bukan kau paksa hajar, malah engkau bentengi hak mereka dengan sabar, tanpa gebyar, namun tertulis dalam tiap kabar dan lembar ketika engkau membabar tentang gak dan kewajiban umat manusia akan selalu beredar dan membesar

Oh, tuan, hanya dengan cara inilah aku dapat merayakan mulai, meskipun yang lain mungkin bilang itu keliru karena belum ada dalam waktumu.

Ya mereka tidak salah, mereka cuma belajar mencintaimu dengan cara yang mereka baru tahu.

Oh Tuan, masih pantaskah aku merayakanmu, ketika aku masih menipu diri sendiri, padahal bertentangan dengan nurani dan dengan Instruksi Tuhanmu dan engkau yang suci

Oh, Tuan, masih pantaskah aku untuk untuk merayakanmu, ketika Umatmu menipu, mengambil harta kaum lain, untuk beribadah pada Tuhanmu

Oh, Tuan
Masihkah aku layak
Untuk merayakanmu…

Jakarta, 19 April 2026

Like 14
Dislike 2
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *