Sastra

 Sorot Mata

Bola matamu menatapku dengan tajam
Ku kira ada salah yang ku lakukan
Namun ternyata, itu hanya bahasa rasa
Sorot mu seakan sedang bersaksi
Mengagumi tanpa bertepi, tanpa ilusi

“Indahnya ciptaan Mu Tuhan”
Ucap mu penuh syukur

Hadirmu terasa seperti cara Tuhan menyapa lembut
Setelah patah yang tak pernah ku minta
Datang tanpa gaduh, tanpa banyak tanya
Menenangkan yang telah lama terluka

Maka ku titipkan harap dalam diam yang sama
Semoga … ya semoga …
Engkau adalah jawaban
Dari doa-doa yang ku langitkan
Dalam heningnya malam

Like 1
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *