Sastra

Penjara Cepat Saji

Sore yang teramat lucu
Sebab ayam dan nasi itu sungguh terlihat malu-malu
Bersama puan yang bersembunyi dibalik pintu
Lantas kudapati seutas senyum
Terpandang menawan lagi membelenggu
Lantas aku berkhayal
“Aku ingin terbelenggu olehmu, padamu”
Masa itu pun datang
Kau penjarakan aku,
dengan waras dan sadar, aku putuskan bahwa: “Selamanya aku tak ingin bebas dari penjaramu”

Kini aku bebas
Aku merindu ayam yang berminyak,
Aku rindu penjara.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *