Sastra

Mungkin Nanti

aku menyebutnya “sabar” untuk setiap harap yang aku dekap
untuk dingin yang aku rasa menjadi ciri khasmu
atau mungkin karena wanita itu adalah “aku”

entah cerita seperti apa yang kamu lalui sebelum ini
atau retak yang bagaimana mengubahmu begini
aku bahkan tidak tau, apakah benar-benar ada aku
dihidupmu bahkan dihatimu?

butuh berapa lama
mungkin hanya untuk menolehku dengan senyum
menyapaku dengan hangat
dan melihatku dengan hatimu yang terbuka

entah, rasanya ingin enyah
dari dunia yang tidak menginginkanku ada
dari rumah yang tak mengizinkanku pulang
dan dari pelukan yang tidak benar-benar menggenggamku erat

semoga kamu baca ini
‘bersamaku, nanti’

Like 0
Dislike 0
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *