JurnalistikPopuler

Gawean Bocil, Saat Anak-Anak Merayakan Proses Belajar dan Kemandirian

Jakarta, 23 Mei 2026 – Aroma makanan yang baru dimasak bercampur dengan riuh suara anak-anak memenuhi halaman Taman Tumbuh Montessori di Jalan Pangeran Antasari No. 44, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5). Suasana pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Di berbagai sudut, anak-anak sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang meracik minuman, memasak makanan ringan, hingga membuat aksesoris seperti gelang, cincin, dan kalung.

Semua kesibukan itu merupakan bagian dari Gawean Bocil, sebuah kegiatan yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk merayakan proses belajar dan kemandirian yang telah mereka bangun selama ini.

Tidak sekadar berjualan seperti konsep market day pada umumnya, Gawean Bocil mengajak anak-anak terlibat dalam seluruh rangkaian proses. Mereka menyiapkan produk, menata stan, melayani pembeli, mengelola transaksi sederhana, hingga membersihkan area setelah kegiatan selesai.

Kepala Sekolah Taman Tumbuh Montessori, Ibu Dira, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukanlah mengejar hasil penjualan, melainkan memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak tentang tanggung jawab dan kemandirian.

Kalau di Market Day biasanya fokus pada jualan, di Gawean Bocil anak-anak merayakan seluruh proses yang mereka lakukan. Mulai dari persiapan, berinteraksi dengan pembeli, sampai membereskan kembali area kegiatan. Orang tua mendukung penuh proses tersebut,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para orang tua tampak mendampingi anak-anak di setiap stan. Namun peran mereka lebih sebagai pendukung. Sementara itu, guru dan tenaga pendidik hanya mengawasi dari dekat untuk memastikan setiap aktivitas berjalan aman, terutama saat anak-anak menggunakan alat potong, gunting, atau perlengkapan lainnya.

Kebebasan anak-anak dalam berekspresi menjadi salah satu pemandangan menarik selama acara berlangsung. Setiap anak terlihat menjalankan aktivitas yang sesuai dengan minat mereka. Ada yang bersemangat menawarkan dagangan kepada pengunjung, sementara yang lain lebih menikmati proses membuat produk atau melayani pembeli.

event gawean bocil

Momen-momen spontan juga kerap mengundang tawa para pengunjung. Saat pembawa acara mewawancarai seorang peserta dan menanyakan berapa omzet penjualan yang diperoleh hari itu, sang anak dengan polos menjawab, “Tidak tahu.

Jawaban sederhana tersebut seolah menggambarkan esensi dari kegiatan ini. Bagi anak-anak, yang terpenting bukanlah besarnya keuntungan yang diperoleh, melainkan pengalaman belajar yang mereka jalani sepanjang proses berlangsung.

Taman Tumbuh Montessori sendiri merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan standar Association Montessori Internationale (AMI), Bergamo, Italia. Berdiri sejak 2017, sekolah ini melayani pendidikan bagi anak usia 3 hingga 12 tahun dengan pendekatan yang menekankan kemandirian, rasa ingin tahu, dan pembelajaran melalui pengalaman langsung.

Bagi para orang tua, pendekatan tersebut memberikan dampak yang nyata terhadap perkembangan anak. Salah satu wali murid, Ibu Fierly mengaku melihat perubahan signifikan sejak anaknya mengikuti pendidikan Montessori.

Kami sangat senang karena perkembangan anak terlihat cukup cepat. Kreativitasnya juga semakin berkembang dan kepercayaan dirinya bertambah,” tuturnya.

Melalui Gawean Bocil, Taman Tumbuh Montessori menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui pengalaman nyata, anak-anak belajar mengambil keputusan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan mengenali kemampuan diri mereka sendiri.

Di tengah dunia pendidikan yang sering kali berfokus pada hasil akhir, kegiatan ini mengingatkan bahwa proses tumbuh dan belajar anak juga layak dirayakan.

Like 57
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *