Sastra

Lelah

Lelah bernafas, Lelah terhadap hidup
Lelah pokoknya lelah

Sudah kubaringkan tubuh pada kasur
Terlelap, Tidur, jam 10 malam
Namun di pagi hari, aku masih lelah

Sudah kumakan nasi dengan daging, telur, sampai dengan susu beserta nutrisi namun masih lelah.
Kucoba olahraga, mendapatkan dopamin
Bahagia, namun lelah

Kuminum Teh Poci sampai susu Mbok Darmi
Enak sih tapi masih lelah
Kucoba makan di akringan sampai Fine Dining, masih lelah
Menginap di Oyo sampai Padma Resort di Bali, Sheraton di Lombok dan GAIA di Bandung, masih saja lelah.

Tubuh renta, Pikiran lemot, Mulut gagap
Otot kram, Hidung tersumbat, Ah! Saus tar-tar
Aku tuh tidak demam hanya saja lelah

Kapan ya, hidup tidak lelah?
Khawatir apabila mati nanti, jiwaku ternyata yang lelah.
Tuhan, apakah Kau lelah?

Bukan mengeluh tapi kucuriga; jangan-jangan kulelah karena aku memang lelah.

Dahlah, mending nonton Beyonce.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *