Sastra

Hati yang Membatu

Rasanya selalu sama
Keras seperti batu
Hati ini pun demikian

Seorang melankolis dengan pikiran yang kacau
Bergelut dengan pikiran tiada hentinya
Selalu menyerang kapanpun ia mau

Bagi sebagain orang diam adalah emas
Namun bagiku- diam adalah petaka
Ketika mulut berhenti mengucap
Otak mulai mengambil alih peran tubuh ini
Serupa virus ia menggerogoti hati ini

Temanku berkata
“mungkin kamu harus ibadah, dan berdialog dengan sang ilahi”
Tapi aku berkata
Ibadah kepada siapa?
Saat ini rasanya tidak ada yang bisa memahaminya selain diri sendiri
Bahkan diri sendiri pun bingung bukan main

Bagaikan bom yang akan meledak dalam hitungan detik
Mungkin kalimat yang paling tepat untuk menggambarkannya
Apakah ada orang lain yang sanggup menjalankan hidup dengan pikiran demikian?
Rasanya semua orang akan lebih memilih mati daripada hidup sengsara dengan pikiran seperti ini

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *