Kalau saja aku diberi detik untuk sekedar menatapmu
Sudah pasti aku hanya akan menjadi hamba
Aku akan memohon agar waktu tak lekas selesai
Bagaimana bisa
Aku menikmati luka yang kau buat
Sungguh aku tak pantas memohon pada yang Maha Kuat
Meringis dan merasa terusir dengan kata biar aku saja yang terluka
Sungguh kejam
Akalku diikat lekuk wajahmu
Hatiku disetubuhi rindu yang menggebu
tapi sekali lagi
Sampai pada masa tatap bertemu dan menusuk ke hati
Gerbangku lewati untuk terakhir kali
Aku menitipkanmu pada hujan, ia akan menjaga walau harus jatuh
Aku menitipkanmu pada ombak, ia akan menguatkanmu dengan gemuruh
Aku menitipkanmu pada bumi, ia akan menghidupimu dengan rindang tanpa riuh
Aku menitipkanmu pada semesta, agar kau abadi dan tetap menjadi manusia
Biarlah aku yang rapuh ini tak utuh
Biarlah aku habis dimakan waktu
Tanpa tau bahwa cintaku kali ini rapuh
Ia membuatku runtuh
Ia tak lagi bisa tersentuh
dan aku hilang tanpa membuatmu luluh