Sastra

Apabila Gelap Menjelmamu

airmataku kau seka, sedang tanganmu aku genggam setiap takut tiba.
kita akan tertawa, bahagia, mencinta-seterusnya sampai dunia pada ujungnya.

gerbang menuju sukacita—selamanya terbuka, menyambut aku, kamu; yang menjadi kita akan selalu bersama.

sedikit—banyak, meski hangatmu tak lagi kurasa, tak apa.
mungkin apabila ini bukan kamu sebenarnya, tak apa.
bahkan sekalipun bayangan gelap menjelmamu yang pekatnya mampu ngambil separuh—tidak, nafasku sepenuhnya, tak apa.

tak apa…
tak apa..
tak apa.

khayal atau nyata, kini tak berarti apa-apa. sebab siapapun yang menjelmamu, rinduku akan pulang, menempati peristirahatan yang paling tenang.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *