Sastra

Perempuan Tanpa Wajah

Jadi apa warna cinta, Tuan?
Serupa-rupa perasaan pengantar tidur?
Semacam penghias gempita berbalut mantra?
Hampir satu dekade mencari peta cedera di tubuhku
Tanah yang berkhianat mengubur abu
Setelah kembang peony kau rontokkan sampai musnah ke akar

Jikalau tak hidup lagi rambut, kulit, tubuh, dan alisku,
Apakah kau tetap gaungkan perasaan kasih tanpa dikepung lara?
Masihkah bersedia mengupas sendu tanpa amarah?
Atau kau sudahi persewaan ragaku?

Banyak sekali memang pertanyaan demi pertanyaan bersahut-sahutan melahap jawaban
Seperti sketsa panjang menyerupai pori-pori tulang
Perempuan itu bermetamorfosis menjadi jutaan wujud
Sampai kau tak mengenalinya
Wangi beraroma semerbak mendayung awan

Terlalu muak pada petir
Menetes fasih dengan pola ritme yang kembar
Melarutkan perjalanan yang berpijak bentala
Memanah penggoda tak berkasat
Membilas palum berbinar sampai penjuru

Like 2
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *