Sastra

Matematikaku yang mematikanku

Sejak kerah seragam merah-putihku gampang kotor, lelah langkah sepatu bolong,
hingga merah berubah jadi abu-abu.
Ilmu bertebaran mudah menyerap;
angka lalu-lalang berkeliaran, susah, sudah hancur lebur grogoti rayap
​Orang nomor SATU di negeri, keliling luar negeri.
Orang nomor DUA di negeri, keliling dalam negeri.
Orang nomor TIGA pusing tujuh keliling, di negeri sendiri.
​Tak cukup EMPAT bintang yang membuatmu jadi bintang;
kau binatang sempurna, Laksamana!
LIMA prinsip hanya slogan pagi hari, hilang mandiri tanpa disadari sendiri.
​Uranium-235 yang pertama dari Amerika, jatuh di Hiroshima, ENAM Agustus empat lima.
Pancingan gerakan riuh dari beberapa orang, segera buat gagasan merdeka.
Mereka mereka-reka: Bhinneka akan Tunggal, jadi Ika.
​Bualan buah tangan sejak dulu akan sesat pemahaman mandat mahaliar siswa yang mudah disewa. Wawasan tidak mendapat tempat yang layak.
Yakinkan semua TUJUH teman lebih, untuk mengikuti tujuan keinginan angkuh.
​Semua mendapat bagian pasokan. Sosok yang kita idamkan salah pilih, atau memang pintar memilah saling tumpang tindih?

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *