Sejak kerah seragam merah-putihku gampang kotor, lelah langkah sepatu bolong,
hingga merah berubah jadi abu-abu.
Ilmu bertebaran mudah menyerap;
angka lalu-lalang berkeliaran, susah, sudah hancur lebur grogoti rayap
Orang nomor SATU di negeri, keliling luar negeri.
Orang nomor DUA di negeri, keliling dalam negeri.
Orang nomor TIGA pusing tujuh keliling, di negeri sendiri.
Tak cukup EMPAT bintang yang membuatmu jadi bintang;
kau binatang sempurna, Laksamana!
LIMA prinsip hanya slogan pagi hari, hilang mandiri tanpa disadari sendiri.
Uranium-235 yang pertama dari Amerika, jatuh di Hiroshima, ENAM Agustus empat lima.
Pancingan gerakan riuh dari beberapa orang, segera buat gagasan merdeka.
Mereka mereka-reka: Bhinneka akan Tunggal, jadi Ika.
Bualan buah tangan sejak dulu akan sesat pemahaman mandat mahaliar siswa yang mudah disewa. Wawasan tidak mendapat tempat yang layak.
Yakinkan semua TUJUH teman lebih, untuk mengikuti tujuan keinginan angkuh.
Semua mendapat bagian pasokan. Sosok yang kita idamkan salah pilih, atau memang pintar memilah saling tumpang tindih?
Matematikaku yang mematikanku
Shares: