Sastra

Ranggut

Padahal sama-sama terbuat dari tanah,
dan sama-sama akan menjadi tulang belulang juga,
Matanya pincang

Seakan-akan aku kerap dijadikan metafora—
Tentang lemah,
Tentang indah,
Tentang godaan

Seolah aku adalah simbol.
Bukan manusia utuh dengan kehendak
Perihal lekuk tubuh…
Siapa yang tak doyan?

Like 19
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *