Aku teringat catatan-catatan Soe Hok Gie—tentang gunung yang lebih bersih dari parlemen,tentang udara yang lebih setia dari partai-partai,tentang kesepian seorang mahasiswayang mencintai negerinya dengan cara paling berbahaya:mengkritiknya.Setiap hari kami membaca
Esai
Menjelang akhir Ramadhan kemarin, saya coba mentadabburi surah Asy-Syu’ara (Para Penyair). Penyair itu, menurut Tuhan sendiri Sang Maha Penyair, terbagi dalam dua tipe: ada penyair yang disindir habis-habisan, dan adapula

