Cintai aku dengan jumpalitan ugal-ugalan, agar kita tetap bergerak dalam harmoni dan ritme yang hidup
Cintai aku dengan rusuh seperti demo di depan DPR yang menyita perhatian publik
Cintai aku dengan segenap odol yang menghadang gas air mata, agar kita tetap riuh, gaduh, namun tak sampai terbunuh
Cintai aku dengan baliho dan spanduk pemberontakan bertuliskan “TURUNKAN WALI MU! KU GERUDUK GEDUNG K-U-A”
Cintai aku dengan truk komando beserta sound systemnya lalu teriakan “SAUDARA-SAUDARA, DIA LAH YANG BERTANGGUNGJAWAB ATAS MAHALNYA PERASAAN INI”





