Sastra

Sampai Titik Tertentu

Kelak aku akan menziarahi tubuhku,
saat dunia benar-benar kelabu.
Tak ada lagi angan di genggaman tangan,
hasrat luruh satu per satu,
menghantar denyut nadi menuju pemberhentian terakhir.

Ketika terasa semua sudah cukup,
daya juang yang habis dicabik-cabik pengkhianatan, tipu daya,
dan penghakiman yang memuakkan,
tidak ada percaya yang tersisa.

Sudah cukup. Hanya sia-sia, bukan?

Alur hidupku tak akan lagi mengalir,
pupus kehidupan bernama aku,
terkikis sesak yang tak pernah habis.

Aku sudah sampai;

larut bersama bulir-bulir
dan menguap.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *