Kelak aku akan menziarahi tubuhku,
saat dunia benar-benar kelabu.
Tak ada lagi angan di genggaman tangan,
hasrat luruh satu per satu,
menghantar denyut nadi menuju pemberhentian terakhir.
Ketika terasa semua sudah cukup,
daya juang yang habis dicabik-cabik pengkhianatan, tipu daya,
dan penghakiman yang memuakkan,
tidak ada percaya yang tersisa.
Sudah cukup. Hanya sia-sia, bukan?
Alur hidupku tak akan lagi mengalir,
pupus kehidupan bernama aku,
terkikis sesak yang tak pernah habis.
Aku sudah sampai;
larut bersama bulir-bulir
dan menguap.