Sastra

Rem

Tidak, aku tidak ugal-ugalan.

Aku hanya akan meniru gerakan kecilmu,
Meniru suaramu,
Meniru gaya bicaramu,
Melakukan hal yang kamu sukai,
Mengulang setiap perkataan
yang membuatmu jengkel sampai pipimu merona,

Aku berdoa supaya kamu tidak bosan melihat style-ku yang itu-itu saja,
karena aku akan selalu menggunakan pakaian yang kau sukai, perhiasan kecil yang kau sadari,
Bukan karena aku tak mampu membeli yang baru (ya mungkin bisa dibilang begitu)
tapi rasanya barang itu akan memiliki jiwa ketika kamu menyukainya.

Ya, kau seharusnya siap dengan gaya romansaku,
Kita akan selalu berpegangan tangan bahkan saat tidak menyebrang.
atau aku akan memperkuat ototku untuk membawakan barang barang pribadimu.

Nantinya kamu harus siap kantong kresek untuk membuang muntahanmu
Karena aku akan memberimu asupan puisi yang membuatmu jenuh.

Aku harap kamu tidak terlalu terkejut
Ketika aku bercerita tentang sisi tergelapku
Walaupun kita sama sama lahir dari situ.
atau mungkin kau lahir dari cahaya.

Ya, aku bukan tipikal yang dominan.
Aku lebih suka kau hanyutkan dahulu
Lalu aku berenang bersama arus itu,
Sampai ususku melilit.

Kamarku memang masih berantakan,
Entah berapa kali aku bereskan,
Tetap saja berantakan.
Nanti tolong bantu bereskan, ya.

Kamu harus memakai kacamata anti-UV,
karena tatapanku akan langsung menusuk
Melewati atmosfer yang berlapis-lapis menuju hatimu.
Takutnya kamu tersentuh dan larut.

Sialnya kamu tidak pernah ganti style-mu itu.
Setiap kali aku melihat ornamen itu di orang lain aku jadi selalu ingat kamu.
Nanti ganti, ya.

Like 1
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *